VITAMIN, MINERAL DAN HORMON


FARMAKOLOGI
VITAMIN, MINERAL DAN HORMON

Vitamin adalah zat – zat kimia organic dengan komposisi beraneka ragam, yang dalam jumlah kecil dibutuhkan oleh tubuh manusia untuk memelihara fungsi metabolisme normal. Fungsinya sangat bervariasi, seperti proses fosforilasi, sistem redoks, dan lain – lain. Defisiensinya sejak dulu dikenal dengan gangguan akibat defisiensi vitamin dengan menimbulkan gejala yang khas, seperti buta malam (vitamin A), beri – beri (vitamin B), radang lidah dan bibir (vitamin B2), pelagra (vitamin B6), skorbut (vitamin C), dan rachitis (vitamin D). Kebutuhan vitamin di pengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya yaitutergantung dari usia, jenis kelamin, dan susunan makanan sehari – hari.
Penggunaannya dari sudut pandang medis regular, penggunaan vitamin hanya dibenarkan pada keadaan kekurangan, bila kebutuhan meningkat atau selama minum obat – obatan tertentu. Beberapa keadaan tersebut adalah sebagai berikut:
a.       Pada defisiensi akibat kelainan metabolisme bawaan yang sangat jarang terdapat, juga pada malabsorbsi, antara lain pada anoreksia.
b.      Lansia. Pada orang – orang diatas usia 60 tahun, semua proses faal dalamtubuh mulai mundur dan berlangsung lebih lambat. Sel – sel sistem imun bekerja kurang efisien dan kurang mampu lagi mereparasi kerusakan. Jaringan hilang kelenturannya akibat cross-linking non-enzimatis dari glukosa dengan protein.
c.       Bila kebutuhannya meningkat, seperti selama kehamilan (asam folat, multivitamin), pada anak – anak yang sedang tumbuh (vitamin A,D) dan bayi sampai 3 bulanvityang sedang tumbuh (vitamin A,D) dan bayi sampai 3 bulan vitamin K, yang belum dibentuk oleh kuman usus dan kurang terdapat dalam susu ibu. 
d.      Pasien kronis dan pemakai obat, seperti diabetes, COPD dan parkinson, disertai stress oksidatif berlebihan. Kelebihan radikal bebas dapat merusak jaretes, COPD dan parkinson, disertai stress oksidatif berlebihan. Kelebihan radikal bebas dapat merusak jaringan dan karenanya memperburingan dan karenanya memperburuk jalannya penyakit. Pemberian vitamin optimal, khususnya yang bersifat antioksidan (vitamin A,C,E) menurunkan resiko akan komplikasi dan memburuknya penyakit.
e.       Secara preventif. Pada tahun terkhir ditemukan semakin banyak indikasi bahwa berbagai vitamin dan mineral dengna sifat antioksidan (vitamin A,C,E, magnesium dan selen) yang berdaya melindungi PJP dan kanker.
Keamanan penggunaan vitamin
Vitamin
A
Bcomplex
C
D
E-K
Dewasa
15 x ADH
>50 x ADH
>30 x ADH
5 x ADH
>50 x ADH
Wanita hamil
3 – 4 x ADH





Penggolongan:
Berdasarkan daya larutnya dalam air atau lemak, vitamin biasanya dibagi dalam dua kelompok, yakni zat—zat hidrofil dan zat – zat lipofil.
A.    Vitamin hidrofil: vitamin B,C, dan flavonoida
Semua senyawa tersebut melarut dalam air.
B.     Vitamin lipofil: A,D,E, dan K
Zat – zat ini larut dengan lemak dan diserap bersamaan dengan lemak, kemudian melalui sistem limfa masuk kedalam darah dengan glikoprotein tertentu (kilomikron).

ZAT – ZAT VITAMIN
1.      KELOMPOK VITAMIN A
Vitamin A adalah nama umum bagi zat zat retinoida yang memiliki khasiat biologis dari retinol
1a. Retinol: vitamin A, axeroftol
            Fungsinya bermacam – macam, yakni vitamin A penting sekali bagi sintesa rodopsin. Dalam jaringan vitamin A menstimulasi sintesis RNA, juga glikoprotein dan kortikosteroid, serta berperan pada terpeliharanya kebutuhan sel – sel epitel dan mukosa. Pada anak – anak vitamin A menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan tulang.
            Defisiensinya bila terjadi kekurangan vitamin A didalam makanan, maka persediaan di dalam hati masih mencukupi untuk 7 sampai 8 bulan. Gejala defisiensinya antara lain buta malam, xeroftalmia, serta akhirnya kebutaan. Juga dapat timbul hyperkeratosis, atrofi dari mukosa dan terhambatnya pertumbuhan pada anak – anak.
Dosis: pada defisiensi 25 – 50.000 U sehari selama maksimal 2 bulan; profilaksis bagi anak—anak 1.000 U dan dewasa 2.500 – 5.000 U sehari (asetat atau palmitat).
Potensi: 1UI vitamin A= 0.3mcg retinol – palmitat= 0,18mcg beta – karoten.


1b. karotenoida
Karotenoida adalah pigmen alamiah kuning, jingga dan merah yang terdapat dalam banyak sayuran, buah – buahan, dan kembang. Dikenal lebih dari 100 senyawa, antara lain alfa-, beta- dan gamma karoten, lycopen, serta derivate –OH dari beta karoten (lutein, zeaxantin dan cryptoxantin). Kebutuhan tubuh adalah 100 – 150 mg sehari sebagai alfa/ beta—karoten dan lycopen.
1c. Retinoida
Retinoida adalah derivate – retinol yang khusus digunakan pada penyakit kulit, antara lain pada acne, psoriasis dan beberapa jenis kanker kulit, juga secara controversial pada ichtiyosis dan kerut muka. Wanita hamil tidak boleh menggunakannya berhubungan dengan sifat teratogennya.
Tretinoin (asam vitamin a, asam retinoat, Eudyna) adalah retinol dimana gugus ujung –CH2OH diganti dengan –COOH, yang berkhasiat menstimulasi produksi sel – sel tanduk, sehungga dapat mencegah terbentuknya comedo.
Sampingnya berupa iritasi kulit setempat dengan rasa terbakar, kemerah – merahan, menyerpih serta hipo- atau hiperpigmentasi.
Dosis: 1dd sebagai lotion atau cream (0,25 – 0,5 mg/ml), bila kurang berefek konsentrasi dapat ditingkatkan sampai 1mg/ml.
Isotreotonin (13-cis asam retinoat, roaccutane)adalah isomer-cis yang secara oral diberikan pada penderita acne yang resisten terhadap terapi lain.
Acitretin (Neotigason) adalah derivate tretinoin (dan metabolit dari etretinat) yang berkhasiat menghambat pembekahan sel pesat sintesis RNA dan protein. Maka zat ini dapat digunakan pada kasus psoriasis (penyakit sisik). Etretinat (tigason) tidak digunakan lagi karena karena plasma t1/2—nya terlampau panjang (100-175 hari).

2.      KELOMPOK VITAMIN B
Kelompok vitamin B ini terdiri dari sebelas senyawa yang sangat berbeda dalam struktur kimiawi dan kegiatan biologisnya.
2a. Tiamin:aneurin, vitamin B1
Vitamin ini terutama terdapat dalam kulit luar gandum, juga dalam daging babi dan organ. Dalam tubuh zat ini bekerja sebagai bentuk aktifnya, yakni tiamin-pirofosfat (ko-karboksilase) yang berfungsi sebagai ko-enzim dari karboksilase, yakni suatu enzim esensial pada metabolism karbohidrat (proses dekarboksilasi) dan pembentukan bioenergi dan insulin.
Benfotiamin dan bisbentiamin adalah derivate-iamin yang lebih mudah diresobsi dan memberikan kadar darah yang lebih tinggi dari pada tiamin.
Dosis: pada defisiensi 3dd 5-10mg, profilaksis 3dd 2-5mg (garam HCl).
2b. Riboflavin: laktoflavin, vitamin B2
Vitamin ini berwarna kuning terdapat dalam susu, daging telur, sayuran, ragi,dan roti. Dalam tubuh riboflavin diubah menjadi 2 ko-enzim, pertama rf-5fosfat(=flavin-adenin-dinukleotida, fmn), lalu dalam hati menjadi FAD. Kedua metabolit ini juga disebut flavoprotein, yang sebagai koenzim memegang peranan esensial padasintesa dari antioksidansia faal, antara laindari glutation.
Dosis: pada defisiensi 5-10mgsehari profilaksis 2mg (Na-fosfat).
2c. Nikotinamida: niasinamida, PP factor, vitamin B3
Banyak makanan seperti daging, hati, ginjal, ayam, ikan, gandum, kacang – kacangan dan kopi mengandung asam nikotinat (niasin) yang dalam hati dapat diubah menjadi niasinamida dan zat aktifnya NAD (niasin-adenin-dinukleotida), yang berperan banyak pada proses reduksi-oksidasi. Fungsi lainnya yakni dapt digunakan terapi pada penderita schizofrenia
Inositolniasinat adalah senyawa inositol dari niasin yang seperti niasinamida juga jarang mnimbulkan flushing.
Dosis: untuk meringankan gejala schizophrenia 3dd 1-2g. juga i.m/ i.v. 2-5dd 25-100mg. 
2d.Asam pantotenat:vitamin B5
Vitamin ini terdapat dalam semua jaringan tubuh dan praktis dalam segala macam bahan makanan, tetapi dapat juga disentesa oleh flora usus. Hanya d-isomernya yang aktif dan merupakan bagian dari koenzim A, yang terlibat pada banyak reaksi asetilasi, yang berperan sistesis dan perombakan karbohidrat, lemak, dan protein, juga pada sintesa kolesterol dan hormone steroida. Dosis; 5-10mg sehari
2e. Piridoksin: adermin, vitamin B6
Derivat piridin ini terdapat antara lain dalam daging, hati, ginjal, telur, gandum, kacang kedelai dan biji – biji gandum. Dikenal dalam bentuk alcohol, alcohol dan amin, yakni pirodoksin, piridoksal, dan pirodoksamin. Dalam hati vitamin B6 dengan bantuan kofaktor riboflavin dan magnesium diubah menjadi zat aktifnya piridoksal-5-fosfat (P5P). zat ini berperan pentinng dalam metabolisme protein dan asam – asam amino.
2f. Biotin: vitamin B7, vitamin H
Vitamin ini banyak terdapat dalam makanan, serta dapat disintesis oleh flora usus, yang berfungsi sebagai reaksi transkarboksilasi, yang menjadikan penting sekali pada metabolism protein, karbohidrat dan lemak.
2g. Asam folat: vitamin B11, folic acid, folacin
Vitamin ini terdapat dalam gandum, sayuran hijau yang kaya serat gizi dan banyak pangan lain seperti buncis dan kelapa, daging, ikan, hati dan ragi. Berkhasiat mencegah spina bifida pada bayi, serta memiliki daya kerja protektif terhadap kanker colon.
Asam folinat (folinic acid, Rescuvolin)adalah metabolit aktif dari asam folat, yang juga digunakanpada anemia megaloblaster
2h. Sianokobalamin:vitamin B12, extrinsic factor
Dalam tubuh vitamin B12 terdapat terutama sebagai hidrokso-, metil-, dan adenosilkobalamin. Secara kimiawi vitamin B12 memiliki rumus cincin besar dengan atom kobal sebagai pusat, yang bersifat hidrofil.
Cobamamide adalah metabolit bioaktif dari vitamin B12 yang bekerja sebagai koenzim. Digunakan oromukosal sebagai tablet isap untuk absorbs optimal.
Hidroxokobalamin adalah derivate sianokobalamin dengan kerja lebih panjang dan paling sering digunakan.
2i. Asam orotat: whey factor, vitamin B13
Derivate-diketopirimidin ini semula ditemukan dalam air susu sapi yang sudah dikeluarkan protein, lemak dan laktosanya, juga dalam susu kambing dan domba, tetapi sedikit sekali dalam air susu ibu.
2j. Asam pangamat: vitamin B15
Asam ini terdapat dalam dedak beras dan gandum lainnya, juga dalam ragi bir dan biji abrikos.
2k. Amygdalin: vitamin B17, amugdaloside, Laaetril
Dalam tubuh vitamin ini diuraikan menjadi antara lainasam sianida (HCN)yang sangat toksis. Namun dewasa ini adakalanya masih digunakan dalam terapi kanker alternative disamping cara penanganan lain (diet) untuk meringankan keluhan.

3.KELOMPOK  VITAMIN C
Vitamin C asam askorbat, terdapat banyak disemua sayuran, khususnya kol, paprika dan asparagus, serta buah – buahan dari jenis sitrus, arbei dan buah kembang ros. Resorpsinya dari usus cepat dan praktis sempurna tetapi menurun pada dosis diatas 1g. Dalam darah sangat mudah dioksidasi secara reversible menjadi dehidroaskorbatyang hampir sama aktifnya. Sebagian kecil dirombak menjadi asam oksalat dengan jalan pemecahan ikatan antara C2 dan C3. Eksresi berlangsung terutama sebagai metabolit dehidronya dan sedikit sebagai asm oksalat.
Fungsi vitamin C adalah kompleks dan yang terpenting adalah pembemtukan kolagen, yakni protein bahan penunjanng utama dalam tulang/ rawan dan jaringan ikat. Khasiat ini berdasarkan antara lain efek stimulasi vitamin C terhadap pengubahan prolin menjadi hidroksiprolin.
Vitamin C juga menstimulasi banyak proses metabolisme berkat sistem redoksnya, yakni mudah teroksidasi dan tereduksi kembali dengan bantuan glutation:


 



Pada reaksi ini vitamin C berfungsi sebagai donor atau akseptor electron. Beberapa reaksi dimana vitamin C dioksidasi adalah hidroksilasi dari prolin, dopamine, dan hormone steroid, juga perombakan tirosin.
Efek sampingnya akibat penggunaan lama dari megadose diatas 1,5g sehari dapat berupa diare, terjadinya batu ginjal oksalat dan urat pada dosis diatas 1 – 10g sehari.
Dosis: pada defisiensi 2dd 250-500mg p.c. bayi 100mg sehari.
4. BIOFLAVONOIDA
Bioflavonoida adalah senyawa polifenol dengan rumus difenilpropan, yang terdapat dalam hamper semua makanan nabati. Secara kimia dapat dibedakan 4 kelompok yang semua memiliki rumus dasar flavon yakni:
·         Zat – zat flavon:apiggenin, chrysin, dan luteolin
·         Zat – zat isoflavon: genistein, daidzein
·         Zat – zat flavonnol: quercetin, kaempfrol, dan myricetin
·         Zat – zat flavan: catechin
Flavonoida memiliki beberapa khasiat penting yakni:
·         Antioksidans kuat
·         Menghambat oksidasi LDL-kolesterol dan terjadinnya aterosklerosis
·         Menghambat induksi kimiawi dari tumor melalui stimulasi enzim yang menginaktifkan induktornya. 
Rutosida (zat – zat rutin). Disamping zat – zat tersebut diatas, juga rutin dan hesperidin dengan struktur benzopiran, terhitung kelompok flavonoida. Dahulu diberikan nama “vitamin P”, karena diperkirakan mempunyai daya meningkatkan permeabilitas dinding pembukuh dengan kerja anti radang. Zat – zat ini berkhasiat memperkuat dinding kapiler dan meningkatkan permeabilitasnya bagi eritrisit. Kekurangan zat ini menimbulkan bintik – bintik merah kecil dibawah kulit (perdarahan).
4a. Hidroksietilrutosida (troxerutin, Venaron, Venoruton)
Adalah derivate rutin. Digunakan pada insufisiensi vena kronis guna mengurangi gejalanya seperti oedema, kejang otot, rasa berat dan nyeri di kaki. Juga diperkirakan efektif (untuk 80%) terhadap kejang kaki pada waktu tidur (restless legs). Dosis: 3-4dd 300mg
4b. Genistein
Genistein daidzein dan Glisitein adalah isoflavon yang bersama glikosidanya, yaitu genistin, daidzin dan glisitin, terdapat dalam kedelai. Zat – zat ini juga disebut fytoestrogen karena berdaya menduduki reseptor estrogen, meskipun, rumus bangunnya tidak ada kemiripan dengan steroida. Berkhasiat antitumor dengan cara memblok reseptor esgrogen dan menhghamnbat angiogenese serta tyrosinkinase, juga sebagai antioksidans berdaya menstimulasi sistem imun. Dosis: 3dd 20-30mg genistein.
4c. Quercetin
flavonol ini terdapat dibanyak sayuran dan buah – buahan. Sumber terpenting adalah bawang, buah apel, dan the. Dalam bahan – bahan tersebut quercetin (sebagai aglukon) terikat pada pada masing – masing glukosa, galaktosa dan rutinosida menjadi glikosidanya. Zat ini berkhasiat sebagai antitumor kuat antara lain dengan jalan mengikat zat – zat karsinogen dan menghambat poliferasi sel.disamping itu juga berdaya antioksidansdengna antara lain menghambat oksidasi LDL-kolesterol dan melindungi terhadap cytotoksisitas dari oxi-LDL
4d. Ekstak teh hijau
Teh hijau terdiri dari daun camellia sinensis kering yang tidak difermentasi, sehingga mengandung banyak flavonoida catechin karena tidak dioksidasi secara enzimatis menjadi tannin. Selain catechin juga mengandung lain – lain polifenol, antara laincoffeic, cholic acid dan syringic acid, juga vitamin K dan sedikit kofein. Yang terpenting dari zat ini adalah memiliki efek antitumor, antilipidemisdan anti aterosklerosis, antibacterial kuat, hepetoprotektif dan efek thermogen akibat stimulasi pembakaran lemak. Dya melindunginya terhadap hati tampil sebagai penurunan kadar enzim GOT dan GPT.
4e. Pro-anthocyanidin:OPC, pycnogenol
Kelompok biovlafonoida ini terdapat banyak dalam tumbuhan biji anggur dan juga dalam kulit pohon cemara. Sumber lain adalah sayuran dan biji/kulit buah – buahan, tetapi diuraikan sewaktu pemasakan. OPC (Oligomeric Pro-Anthocyanidins) berkhasiat antioksidans kuat sekali dengan daya kerja 50 dan 1.000x lebih kuat dari pada masing – masing vitamin E dan C. OPC dapat mereaktifkan kembali (recycling) vitamin C yang telah teroksidasi.

5.  KELOMPOK VITAMIN D
Kelompok vitamin D mencakup kalsiferol (D2), kolekalsiferol (D3 alamiah) dan beberapa turunannya yang semuanya memiliki rumus steroid, dengan nama vitamin D
Vitamin D2 dibntuk dalam tubuh dari provitamin ergosterol yang antara lain terdapat dalam ragi.
Vitamin D3 banyak terdapat dalam ikan lemak dan minyak ikan kabeljauw (cod) dan relative sedikit dalam susu, kuning telur dan hati. Dalam kulit terdapat provitamin 7-dehidrokolesterol, yang dibawah pengaruh sinar UV diubah menjadi vitamin D3. Beberapa bahan makanan seperti margarine, lazimnya diperkaya vitamin A dan D. vitamin D ini berkhasiat mampu berdaya menstimulasi resorpsi aktifkalsium dan fosfat dari usus halus, juga reabsobsinya oleh ginjal. Mekanisme kerjanya ialah melalui stimulasi sintesis calcium binding protein (CBP), yang mengikat Ca untuk selanjutnya diserap secara aktif oleh usus.
5a. Ergokalsiferol (kalsiferol, vitamin D2) adalah vitamin D tertuayang banyak digunakan dalam sediaan multi-vitamin.
5b. Kolekalsiferol (vitamin D3, Devaron, Neo-Dohyfral) adalah vitamin D alamiah dengan efek lambat, tetapi berlangsung lama. Dalam megadose dikatakan efektif untuk mencegah “wintertoes” dimusim dingin, pada waktu dimana jari – jari kaki-tangan mengembang, menjadi merah, dan gatal.
5c. Kalsitriol (1,25 dihidroksikolekalsiferol, 1,25(OH)2D3 Rocaltrol) adalah metabolit vitaminD3 yang paling aktif dengan kerja penting (plasma t ½ 7-12 jam) hormone ini terikat pada reseptor vitamin D yang disintesa dalam ginjal.
5d. Alfakalsidol (1-a hidroksikalsidol, Etalpha) adalah derivat yang hanya perlu hidroksilasi di hati untuk menjadi kalsitriol aktif
5e. Dhidrotachysterol (Dihydral, AT-10) adalah derivate sintesis dari vitamin D2 yang dalam hati diubah menjadi zat aktifnya 25(OH)DHT.
6. d-a-TOKOFEROL (vitamin E, Davitamon E)
Vitamin ini larut dalam minyak biasanya terdapat dalam minyak nabati, terutama yang mengandung PUFA, seperti minyak jagung, kedele, kembang matahari, juga dalam sayuran. Tokoferol dikenal 4 bentuk, yakni alfa-, beta-, gamma-, serta delta-tokoferol, dan isomer d-alfa memiliki kegiatan terbesar. DL-alfa tokoferol dapat dibuat secara sintesis, yang berdaya melindungi trombosit terhadap oksidasi, sehingga mencegah terjadinya trombi dan trombose, sehingga memperlancar sirkulasi darah, menstimulasi pernapasan sel dan menghambat pembentukan parut (bebas luka).

7. KELOMPOK VITAMIN K
Dikenal beberapa senyawa dengan aktivitas vitamin K (Jerm. Koagulation= pembekuan), yakni derivate-naftokinon yang berikut: K1= fitomenadion K2= menakinon, K3= menadion dan K4= menadiol. Vitamin ini terdapat dalam sayuran. Yang berfungsi dalam tubuh sebagai ko-enzim esensial dari enzim yang mensintesa factor pembekuan darah, yakni factor II (protrombin), VII (prokonvertin), IX (Christmas factor) dan X (S.P. factor).
Fitomenadion: vitamin K1, phylloquinone, kaywan, konakion.
Vitamin antipembekuan ini adalah vitamin K alamiah terpenting untuk tubuh. Perlu diberikan khusus pada neonati yang disusui ibunya dengan dosis 25mcg sehari dari minggu kedua sampai dengan bulan ketiga.

MINERAL DAN ELEMEN SUPRA
Mineral, dengan ini yang dimaksudkan yaitu zat – zat anorganik, seperti vitamin dalam jumlah kecil yang bersifat essensial bagi banyak proses metabolism dalam tubuh. Yang paling banyak adalah kalium (K) dan natrium (N) ca 2-3g, kalisium (Ca) ca 1g, dan magnesium (Mg) ca 0,3g, juga fosfor (P) dan klorida (Cl).
Elemen supra didefinisikan sebagai mineral yang dibutuhkan  kurang dari 20mg sehari, yakni besi (Fe) dan seng (Zn) 10-15mg, selen (Se) 30mcg, mangan (Mn) 2-5mg molibden dan flour (Mo,F) 1-2mg, krom (Cr) 0,2mg, tembaga (Cu) 2-5mg, iod(I) 60mcg dan kobalt (Co) ca 3mcg

ZAT – ZAT MINERAL DAN ELEMEN SUPRA
1.      Kalium klorida: KCL, K durettes, slow-K
Kalium merupakan katoin (positif) yang terpenting dalam cairan intraseluler dan sangat essensial dalam mengatur keseimbangan asam-basa serta isotonic sel. Selain itu kalium juga mengaktivasi banyak reaksi enzim dan proses fisiologi seperti transmisi impuls disaraf dan otot, kontraksi otot dan metabolism karbohidrat. Efek samping dari over dosis kalium adalah gangguan pencernaaan, nyeri setempat pada injeksi dan radang vena (phlebitis).
2.      Natriumklorida: garam dapur, NaCl
Natrium merupakan kation utama dalm CES dan memegang peranan penting dalam regulasi tekanan osmoticnya, juga pada pembentukan perbedaan potensial (listrik) yang perlu bagi kontraksi otot dan penerusan impuls di daraf.
Efek samping pada overdose berupa oedema dan naiknya tekanan darah nerhubung bertambahnya volume plasma akibat pengikatan air oleh Na. dosis yang dianjurkan untuk kompensasi kehilangan natrium Na akibat kerja berat dan terlalu banyak minum air: 5-10g NaCl, sebaiknya sebagai larutan 1g per liter.
3.      Kalsium: calcium, Ca
Kalsium terdapat sebanyak 99% dalam tulang kerangka dan sisanya dalam cairan antar sel dan plasma. Dalam bahan makanan terutama terdapat dalam susu  dan telur, juga gandum dan sayuran, antara lain baya. Reabsorbsinya dari usus memerlukan adanya vitamin D dalam bentuk aktifnya, yaitu kalsitriol. Fungsinya selain sebagai bahan bangun bagi kerangka, juga sebagai pemeran penting pada regulasi daya rangsang dan kontraksi otot serta penerusan impuls saraf.
4.      Magnesium: Mg
Magnesium terdapat banyak dalam kedele, padi – padian, cereals, kacang – kacangan dan sayuran hijau (molekul klorofil mengandung atom Mg), serta sedikit dalam susu, ikan, dan daging. Mg berperan penting pada kontrksi otot, juga untuk miocard pada otot jantung sehingga dapat dijadikan sebagai prevensi dan terapi untuk infark jantung. Selain itu Mg juga dapat menstimulasi sistem imun, karena Mg berperan penting pada metabolism kalsium dan juga diperlukan untuk sintesa protein.
Kekurangan Mg dapat menimbulkan kejang pebuluh koroner dan aritmia jantung.yang berbahaya.
5.      Besi: Ferrum, Fe
Senyawa besi khusus digunakan pada keadaan anemia ferriprive, yakni anemia akibat kekurangan Fe.
Ferrofumarat (ferumat,*Superton) dianggap pilihat utama pada terapi oral berhubung dengan efek sampinya ringan.
Ferroglukonat (*vitaton multi) juga bersifat kurang merangsang dan sering digunakan dalam tonika dikombinasi dengan vitamin B-kompleks
Ferrosulfat (ferro-Gradumet) bersifat sangat merangsang, karena bereaksi asam dan lebih sering menimbulkan mual dan munta. Tablet slow-release mengurangi kendala ini.
6.      Seng: zincum, Zn
Zn merupaka kofaktor bagi banyak enzim yang perlu bagi antara lain sintesa dan perombakamn protein, karbohidrat dan lemak. Seng juga memegang peranan pada gejala buta malam dalam bentuk ko-faktor dari alkoholdehidrogenase yang mengubah retinol menjadi retinal. Serta seng dapat memperbaiki fungsi sel – sel otak.
7.      Fluoride: Vinaflour
Fluor terdapat khusus dalam tulang gigi (dentin) dan email (pelapis kaca), juga kerangka. Sayuran mengandung sedikit fluor, sedangkan kadar yang tinggi terdapat dalam daun teh. Penggunaannya paling banyak untuk prevensi gigi berlubang (caries).


HORMON – HORMON
                  Hormon – hormon adalah zat – zat kimiawi yang disekresikan oleh kelenjar endokrin dan masuk langsung ke dalam aliran darah. Efeknya terjadi suatu organ lain dari rubuh yang membutuhkannya untuk dapat berfugsi secara normal.
Kelenjar endokrin adalah kelenjar dengan sekresi intern. Kelenjar yang terpenting adalah  hipofisis hipotalamus, dan epifisis di otak, kelenjar kelamin (ovaria dan testis), anak ginjal, pancreas, tiroid, paratiroid dan timus.

A.1 HORMON HIPOFISIS
1.      Gonadotropin
            Efek atas ovaria: setiap bulan FSH bersama LH menstimulasi pemasakan satu sel telur (ovum) hingga berkembang menjadi gelembung kecil, yakni folikel de garaff serta dapat menstimulasi produksi estrogen.
            Efek atas testis: FSH khusus bertanggung jawab atas perkembangan testis dan pembentukan sel – sel sperma, sedangkan ICSH=LH bekerja terhadap sel Leydig dalam testis untuk menigkatkan sintesa dan sekresi testosterone.
Gonadotropin dapat diperoleh dari air kemih wanita hamil daan wanita sesudah menopause. Atas dasar itu, tersedia 2 sediaan yaitu gonadotropin chorion dan gonadotropin menopausal.
            *Human chorion gonadotropin. HCG ini menstimulasi produksi progesterone dalam ovaria, yang bertugas mengembangkan mukosa rahim guna menampung telur yang telah dibuahi. Pada saat itu ginadotropin juga memasuki sirkulasi ibu untuk kemudian dieksresikan lewat kemih. Tes kehamilan semuanya didasarkan atas indikasi adanya HCG dalam kemih dan dikenal tes biologis serta tes imunokimiawi. HCG terbetuk pada hari 6 hari pertama setelah pembuahan dan 9 sampai 11 hari seusai ovulasi HCG sudah dapat dideteksi dalam urin.
            *Human menopausal gonadotropin (menotropin, HMG). Pada wanita sesudah menopause, produksi estrogen yang sangat menurun menimbulkan sekresi FSH dan LH oleh hipofisis melalui feedback negative dan gonadotropin menopausal ini dieksresikan lewat kemih.
1a. chorion Gonadotropin: HCG, Pregnyl, profasi
            Glikoprotein ini dibentuk oleh plasenta yang diperoleh dari air kemih wanita hamil dan terdiri dari khusus LH=ICSH. Terutama digunakan bagi wanita pada infertilitas akibat terganggunya pemasakan folikel dan anovulasi. Biasanya, terapi dimulai dengan pemberian HMG dengan aktivitas FSH selama 10 hari guna memasakkan folikel. Disusul dengan HCG untuk menginduksi ovulasi. Pada pria digunaakan antara lain pada pubertas terlambat akibat inufisiensi fungsi hipofisis dan pada kemandulan untuk menstimulasi produksi sperma.
2.      Menopausal Gonadotropin: HMG, menotropin, Humegon, Pergonal
            Ekstrak murni ini diperoleh dari kemih wanita postmenopouse dam mengandung FSH dan LH  dalam perbandingan 1:1.
3.      Somatropin: somatotrofin, GH, Saizen, Humatrope, Norditropin.
            Hormon ini terdiri dari rantai polilpeptida dari 191 asam amino. Somatropin berdaya anabol yakni menstimulasi sintesa protein dan pertumbuhan dari semua organ dan jaringan, termasuk otot, kulit, dan tulang dengan jalan meningkatkan terutama jumlah sel – sel otot kerangka. Pada anak – anak GH menstimulasi pertumbuhan cakram epifisis. Sedangkan pada orang dewasa, somatropin meningkatkan energy dan vitalitas, memperbesar massa otot, dan menurunkan massa lemak, juga menstimulasi timus. Penggunaan dari hormon ini yaitu pada anak – anak dengan gangguan pertumbuhan akibat kekurangan GH, misalnya pad anak kerdil untuk meninggikan tubuhnya. Terapi tidak ada gunanya bila cakram epifisis sudah menutup dan pertumbuhan memanjang berhenti (pada akhir pubertas).
4.      Oksitosin: oxytocin-S, Piton-S
            Nonapeptida (dengan 9 asam amino) ini bersama vasopressin sebetulnya dibentuk di hipotalamus dan hanya disimpan di umbai belakang hipofisis. Kini senyawa ini dibuat secara sintesis. Berkhasiat oksitosis, yakni menibulkan kontraksi ritis pada rahim dan memperkuat kontraksi yang sudah ada. Disamping itu, bekerja laktogen (milk ejecting) dengan jalan kontrraksi ritmis dari otot sekitar kelenjar susu. Bila bayi mengisap putting susu, maka secara reflektoris hipofisis mensekresi oksitosisn. Tidak mempengaruhi pembentukan air susu. Khusus dalam ilmu kebidanan penggunaannya berguna untuk menstimulasi kontraksi sebelum partus atau sesudah partus guna untuk mencegah perdarahan berlebihan.
            Plasma t ½ nya pendek, rata – rata 10 menit. Seperti semua peptida, oksitosin dalam lambung diuraikan oleh enzim proteolitik, sehingga tak dapat digunakan peroral.
5.      Vasopressin: ADH, pitressin
            Nonapeptida ini berkhasiat antideuretik, yaitu mencegah eksresi air berlebihan oleh ginjal dengan jalan meningkatkan resorbsi kembali oleh tubulus ginjal. Mekanisme kerjanya adalah pelebaran pori – pori di membrane dalam mukosa tubulus, hingga molekul air dapat melintasinya sekaligus dalam kelompok besar.
A2. Hormon – hormon Hipotalamus
6.      Gonadorelin: GnRH, LH-RH, LH/FSH-RH,Cryptocur, Relefact.
Dekapeptida sintesis ini adalah hormon hipotalamus yang mengatur sekresi LH dan FSH oleh hipofisis. Bioavailability pada penggunaan nasal adalah 1-2% setelah injeksi subkutan 75-90%. Kerjanya hanya singkat, plasma t ½ nya 15-60 menit.
7.      Proterelin: TRH, Relefact
TRH alamiah yang menstimulasi sekresi tirotropin dan prolaktin dari adenohipofisis. Protirelin teutama digunakan untuk diagnose gangguan tiroid dan pada produksi prolaktin berlebih.
Dosis: oral 1-2 ddd 40mg a.c atau i.v.0,2mg
8.      Somastotatin: GRH-IF, SRIF
SRIF alamiah ini, selain di hipotalamus dan otak juga dibentuk disaluran lambung – usus dan pancreas. Yang dapat menghambat sekresi dari GH dan tirotropin dilambung dari gastrin.
Dosis:i.v.250mcg dalam 1-2mL larutan NaCl

HORMON – HORMON PRIA
1.      Testosteron: Andriol, Testoviron
            Hormon ini dibuat secara (semi) sintesis dari kolesterol atau diosgenin. Bioavailabilatasnya hanya kecil karena inaktivasi dilambung-usus, dan FPE besar dalam hati. Sehingga harus digunakan secara parenteral sebagai esteernya.
Dosis: oral 2dd 60-80 mg (larutan asam oleat)p.c. selama 2-3minggu
2.      Anabolika
2a. metandrostenolon adalah  derivate metiltestosteron yang khusus dianjurkan  pada osteoporosis postmenopouse. Dosis: oral 1dd 2,5-5mg p.c.
2b. stanozol. Dosis pada osteoporosis oral 5mg/hari
3.      Anti-androgen
3a. Siproteron
            Derivate dehidro dari progesterone ini berdaya anti-androgen karena blockade reseptor androgen juga berkhasiat progestagen kuat., efek lainnya dapat menghambat konversi testosterone ke DHT di organ tujuan.
            Dosis: oral 2dd 50-100mg, max 200-30mg/hari.

HORMON – HORMON WANITA
                  Estrogen dapat digunakan pada berbagai keadaan dan yang terpenting adalah:
a.       Terapi subtitusi
b.      Anti ovulasi (pil antihamil)
c.       Menekan laktasi
d.      Menghambat pertumbuhan
e.       Pada osteoporosis postmenopouse
f.       Kanker  prostat
Golongan – golongan estrogen yaitu:
1.      Estradiol
      Estrogen ini terkuat dapat digunakan sbagai terapi subtitusi. Estradiol ini diserap dengan baik melalui kulit (plester Estraderm) dan mukosa (krem vaginal).
Dosis: pada insufisiensi dan prevensi osteoporosis oral: 1dd 1-2mcg p.c. bersama suatu progestagen. Transkutan: 1 plester Estraderm TTS 50 yang melepaskan 50mcg/24jam setiap 3-4hari. IM 10mg valerat/ minyak
2.      Estron
            Hormon alamiah ini diisolasi dari air seni kuda hamil dan mengandung sebanyak 100mg konyugat (=sulfat dan glukoonoida) dari sejumlah estrogen. Khasiatnya untuk terapi subtitusi hormonal juga dalam pil antihamil.
Dosis: pada climacterium: oral 0,625-2,5mg p.c. sehari, secara siklis atau kontinu bersama progestagen.
3.      Estriol
            Hormon alamiah ini terlemah juga aktif secara oral. Sebagian digunakan  sebagai krem berkat efek stimulasinya terhadap mukosa vagina dan serviks.. tetapi tidak berdaya poliferasi terhadap endometrium sehingga jarang menibulkan perdarahan.
            Dosis: pada defisiensi oral:2dd 2-4mg selama 1minggu lalu 1dd 1-2mg.
4.      Klomifen
            Derivate klor ini berkhasiat sebagai anti estrogen cukup baik dengan efek estrogen lemah dan tidak memiliki efek androgen.  Kerjanya panjang dengan plasma t ½ ca 5 hari. Biasanya digunakan pada kemandulan wanita akibat hipofungsi hipofisis. Sehingga klomifen menghasilkan efek yang variable.
                        Dosis: oral 1dd 5mg selama 5 hari, dimulai pada hari haid ke-5. Bila perlu dapat diulang secara siklis.
5.      Tamoksifen
            Derivate klomifen ini tanpa klor memiliki daya anti estrogen kuat dan estrogen lemah.  Zat ini dapat digunakan pada kanker mamae yangn peka untuk estrogen berdasarkan blockade reseptor estrogen dalam tumor. Plasma t ½ nya 7-12 hari.
            Dosis: oral 20mg sehari dalam 1-2 dosis, bila perlu setelah 1 bulan ditingkatkan sampai 40mg/ hari.
6.      Aminoglutetimida
            Suatu derivate piperidin yang berkhasiat sebagai anti estrogen melalui inhibisi enzim aromatase yang perlu untuk pengubahan androstendion menjadi estron dan testosterone menjadi estradiol di jaringan perifer. Khasiatnya dapat menghambat sintesa kortikosteroida.
7.      Anastrozol
            Yaitu derivate triazol dengan cincin lima dengan atom N dalam intinya, yang berkhasiat inhibisi aromatase secara selektif sehingga pembentukan estrogen dari aandrostendion dirintangi. Dosis yang dianjurkan yaitu oral: 1dd 1mg.

A.    ZAT – ZAT PROGESTAGEN
            Progesterone adalah hormon wanita yang dibbentuk oleh corpus luteum, plasenta, testis dan kortek anak ginjal.
                        Secara kimiawi zat – zat ini dapat dibagi dalam 2 kelompok yaitu:
a.       Derivate progesterone
b.      Derivate testosterone
                  Penggunaan zat – zat progesterone yang terpenting adalah:
1.      Untuk prevensi abortus
2.      Terdapat dalam pil antihamil bersama estrogen
3.      Pada endometrioses yang mengakibatkan kemandulan.
ZAT – ZAT PROGESTAGEN
1.      Progesteron: progestin, progestan
            Progesterone dibuat secara sintesis dari diosgenin atau kolesterol. Resorbsinya dari usus cepat dan baik, tetapi karena FPE besar, bioavailabilitasnya hanya kecil, rata – rata 5%, sehingga zat ini diberikan secara parenteral. Plasma t ½ nya 10-30 menit. Kadar pregnandiol dalam air seni digunakann sebagai ukuran untuk menentukan produksi seharinya. Dosis: pada insufisiensi oral 200mg kapsul a.n. atau i.m. 25-50mg selama 12-14hari perbulan.
2.      Noetisteron: noretindron, primolut-N
            Derivate ini berkhasiat menekan ovulasi serta memiliki daya androgen dan estrogen lemah, juga efek anti estrogen, sehingga dapat menunda waktu haid. Plasma t ½ nya 5-14 jam. Dosis: menunda haid 3dd 5mg dimulai selambat – lambatnya 3 hari sebelum haid selama maksimum 14 hari: beberapa hari sesudak kur usai terjadi perdarahan penarikan.
3.      Linestrenol: Exluton, Endometril
            Zat ini memiliki daya estrogen, antiestrogen dan androgen. Bersifat lipofilik dan baik distribusinya dalam organ. Plasma t ½ nya 17jam. Dosis: dalam pil mini 1dd 0,5mg tanpa interupsi dalam pil kombinasi 0.75-2,5mg sehari secara siklis.
4.      Desogestrel:*marvelon, *Mercilon
            Zat ini merupakan pro-drug yang didalam hati diubah menjadi ketodesogestrel aktif dengan plasma t ½ 21 jam. Yang berdaya anti gonadotrop kuat dengan menekan ovulasi. Juga berdaya estrogen kuat dan androgen lemah. Biasanya dapat ditemukan atau digunakan dalam pil antihamil kombinasi dari generasi ketiga. Dosis: untuk antikonsepsi 0,125-0,15mg sehari secara siklis, bersama estrogen.

DAFTAR OBAT VITAMIN, MINERAL, dan HORMON

VITAMIN
No.
NAMA DAGANG

KANDUNGAN
INDIKASI
KONTRA INDIKASI
DOSIS
KEMASAN
VITAMIN A
1
.
ACEVIT
Beta karoten 10.000UI
Vit-C 500mg
Vit E 100UI
Defisiensi vitamin A,C dan E

Sehari 1 kaplet
(HNA+) Dos 3x10 kaplet
2.
AMAROPO
Beta karoten 6mg
Vit-C 100mg
Vit-E 25mg
Suplemen untuk mencegah kekukrangan vitamin A,E dan C

1-2xsehari 1 kapsul
(HET) Dos 10x10 kapsul botol 30 kapsul
VITAMIN A dengan VITAMIN D
3.
BIG FISH
Minyak ikan yang diperkaya Vit-A 2.000UI, vit- D 200 UI
Rabun senja dan xeroftalmia, kulit kering,, masa hamil dan masa menyusui, keraouhan gigi dan tulangn pencegahan dan Rakitis pada bayi dan anak.

Anak: sehari 1 kapsul
Dewasa: sehari 2 kapsul
Dos 300 kapsul
4.
CALCIUM-AD
Kalsium glukonat 50mg
Dikalsium foafat 150mg
Vit-A 300UI
Defisiensi kalsium

2xsehari 1-2 tablet
(HNA+) botol 100tablet
VITAMIN B1
5.
ARCALION
Bisbutiltiamina 200mg/ tablet salut
Berbagai kelemahan, terutama karena pengaruh obat – obat tertentu, kehamilan masa penyembuhan, terkena penyakit infeksi atau parasit dari impotensi psikogenik, kelemahan fisik, kerja otak yang berat dan kebutuhan lebih banyak vit-B1
Dapat mengakibatkan air kemih berbau
Sehari 2tablet waktu pagi; kasus parah sehari 3 tablet
Dos 60 tablet
6.
IFIBE
Vitamin B1 100mg/ml injeksi;50mg;100mg/tablet
Pencegahan dan terapi terhadap kekurangan vit B1
.
Sehari 100mg IM diberikan selama beberapa hari kemudian dilanjutkan pemberian secara oral
Vial 8ml injeksi; dos 10x10tablet50mg; 100mg; botol 100tablet 50mg
7.
BIOTAMIN
Tiap tablet salut: benfotiamin (sebagai tiamin HCl) 25mg
Gangguan saraf otot yang disertai nyeri dan paralisis, neuritis, neuralgia, artalgia, mialgia, reumatik, paralisis post  operatif, neuritis optic, gejala defisiensi vit-B1, gangguan metabolic, gangguan peredaran darah

Sehari 1-4tablet atau lebih
Dos 100tablet
VITAMIN B6
8.
BONASANIT
Piridoksina HCl 500mg: 100mg/tablet salut
Neuritis perifer, symptom keilosis, dermatitis seboreik, glositis dan stomatitis yang tidak member respon terhadap B1, B2 dan niasin

Neuritis perifer: sehari 50-200mg; defisiensi: sehari 10-20mg selama 3minggu, kemudian sehari 2-5mg
Dos 100kaplet 50mg;100mg.
VITAMIN B kombinasi
9.
AKTACE
Tiap kaplet: vit-C 500mg, niasinamida 100mg, kalsium pantotenat 20mg, vit-B1 15mg, vit-B2 10mg, vit-B6 5mg, vit-B12 4mcg
Defisiensi vitamin B complex dan vitamin C

1kaplet sehari pada waktu atau sesudah makan
(HNA+)botol 30kaplet
10.
ARCORED
Vit-B12 1.000mg/ml injeksi
anemia


(HNA+)dos 10vial 10ml
11.
CYANO B COMPLEX
Tiap 2ml injeksi: vi-B1 20mg, vit-B2 2mg, vit-B6 2mg, vit-B12 10mg, nikosinamida 20mg, kalsium pantotenat 4mg, prokain-HCl 40mg
Pencegahan dan pengobatan kekurangan vit-B, beri – beri

Sehari 2ml IM
(HNA+) vial 20ml
VITMIN C
12.
ASKORBIN
Tiap tablet hisap: asam askorbat 250mg, natrium askorbat setara denan asam askorbat 250mg
Pencegahann dan pengobatan defisiensi vitamin C, keracunan nikotin, masa penyembuhan setelah sakit berat/ pembedahan selama hamil dan masa laktasi

Dewasa: sehari 1-2 tablet; anak:sehari ½ - 1tablet
Dos 50x2tablet
13.
CEVITA
Tiap 2ml injeksi: asam askorbat 200mg
Pengobatan dan pencegahan kekurangan vitamin C seperti pada wanita hamil dan menyusui, sariawan, aneroksia, asthenia, pencegahan pendarahan pada gusi dan kapiler fragility

2x sehari 200mg
Dos 100 ampul 2ml
14.
VITALONG-C
Vitamin C 500mg/ kapsul lepas lambat
Defisiensi vitamin C, infeksi – infesi saluran nafas disebabkan virus

1kapsul sehari
Dos 100 kapsul
VITAMIN D dengan KALSIUM
15.
CALDANA
Tiap tablet kunyah: kalsium fosfat 60mg, kalsium glukonat 40mg, vit-A 100UI, vit-D 250UI, vit-B12 2mcg, vit-C 50mg
Menyempurnakan pertumbuhan dan pembentukan tulang gigi; tambahan kebutuhan kalsium dan vitamin pada wanita hamil dan menyusui pengobatan pada kekurangan kalsium dan vitamin

Anak: 1-2tablet sehari; dewasa: 2-4tablet sehari
Strip 20 tablet

VITAMIN E
16.
BUFITA
Tiap kapsul: vit-E 100mg
Defisiensi vit-E, biasanya terjadi pada penderita malabsorbsi dengan steatorrhea

Sehari 1 kapsul
Blister 6 kapsul

17.
DALFAROL
Vitamin E setara dengan d-atokoferol 200UI dalam kapsul
Penyakit kardiovaskuler, jantung koroner, gangguan ferilitas, abortus habitual, kelesuan, distrofi otot, neuralgia, arthritis, rasa nyeri karena kesemutan, rasa sakit pada saat haid, kelemahan syahwat pria

Sehari 100-200UI
Dos 100kapsul

18.
EVIROL
Tokoferol 100UI/kapsul
Defisiensi vitamin E


Dos 10x10kapsul

MULTIVITAMIN
19.
BENOVIT C
Tiap tablet: vit-B1 50, vit-B2 25mg, vit-B6 10mg, vit-B12 5mcg, niasinamida 50mg, kalsium pantotenat 20mg vit-C500mg
Defisiensi vit-B kompleks dan vit-C

Dewasa: 1x1tablet
Dos 100 tablet

20.
KAMULVIT PLUS
Kalsium multivitamin dan lisina-HCl
Multivitamin


Botol 60ml sirop: 100ml sirop

VITAMIN dengan ASAM AMINO
21.
CAVIPLEX
Tiap 5ml sirop: vit-A 3.00UI, vit-B1 3mg, vit-B2 1,5mg, vit-B6 0,5mg, vit-B12 5mcg vit-C 30mg, vit-D 400UI, nikotinamida 10mg, Ca-pantotenat 5mg, Ca-laktat 200mg, Ca-gliserofosfat 100mg, Ca-glukonat 50mg, ekstrak hati 10mg


Anak: 3xsehari 1sdm
Botol 60ml sirop

22.
NUTRIVITA
Tiap 5ml sirop: vit-A 5.000 UI, vit-B1 3mg, vit-B2 2mg, vit-B6 1mg, vit-C 50mg, pantenol 2mg, nikotinamida 20mg, lisina-HCl 200mg
Memenuhi kebutuhan vitamin dan asam amino esensial

Anak: sehari 1sdt
Dewasa: sehari 1-2sdt
Botol 60ml; 100ml sirop

VITAMIN dengan MINERAL
23.
AKTAZET
Tiap kaplet: vit-E 30mg asam folat 0,40mg vit-C 500mg, vit-B1 15mg vit-B2 15mg, nikotinamida 100mg, vit-B6 20mg, vit-B12 12mcg, Ca-pantotenat 20mg, Zn 22,5mg
Defisiensi vit-B kompleks, vit-C,E dan Zinc

Sehari 1kaplet pada waktu atau sesudah makan
(HNA+) dos 5x6 kaplet

24.
ULTRAVITA
Tiap kaplet: vit-A 6.000UI, vit-D 400UI, vit-B1 3mg, vit-B2 3mg, vit-B6 2mg, vit-B12 2mcg, nikotinamida 20mg, Ca-pantotenat 5mg, vit-C 75mg, kalsium 100mg, iodium 0,15mg, besi 45mg, tembaga 1mg, mangan 1mg, magnesium 6mg, seng 1,5mg
Pencegahan dan pengobatan defisiensi vitamin dan mineral

Sehari 1 kaplet sesudah makan
(HNA+) dos 10x10kaplet

VITAMIN dengan ASAM AMINO dan MINERAL
25.
CEREBROFORT
Tiap 5ml sirop: asam glutamate 50mg, ekstrak hati 10mg, proteinhidrosilat 10mg, vit-B1 3mg, vit-B2 1,5mg, vit-B6 1,5mg, vit-B12 2,5mcg, vit-C 30mg, niasinamida 10mg, Ca-pantotenat 2,5mg, vit-A 2.000UI, Ca-Laktat 200mg, fosfat 120mg
Menambah dan menguatkan daya piker anak, mencegah kekurangan vitamin dan mineral

3xsehari, dewasa:15ml
Anak:5ml
Botol 100ml sirop

26.
DARVITA
Tiap 5ml sirop: vit-A 5000UI, vit-D3 400UI, vit-E 5UI, vit-B1 3mg, vit-B2 2mg, vit-B6 1mg, vit-B12 5mcg, nikotinamida 20mg, dekspantenol 6mg, vi-C 50mg, kalsium 13mg, fosfor 20mg, magnesium 3mg, lisina-HCl 200mg, asam glutamate 25mg, inositol 12mg
Tambahan vitamin, mineral, dan asam amino untuk bayi dan anak – anak, kekurangan vitamin  dan mineral

Bayi: ½ sdt setiap pagi; anak:1sdt tiap pagi atau sesuai dengan petunjuk dokter
Botol 100ml sirop

TONIKUM
27.
BIOLYSINE TONIC
Tiap 5ml sirop: vit-C 5mg, vit-B1 0,625mg, vit-B2 0,220mg, vit-B6 0,335mg, vit-B12 5mcg, kals, pantotenat 1.110mg, nikotinamida 2.22.mg, kafein 7,500mg, ekstrak hati 3mg, lysine 16.650mg
Membantu pertumbuhan anak dan remaja, menjaga tubuh tetap sehat dan sebagai tonikum atau penambah vitamin

Anak—anak: sehari 3x1sdt
Dewasa: sehari 3-4 x 1-2 sendok
Botol 330ml

28.
FATIGON
Tiap tablet: vit-E 30,1UI, tiamina HCl 100mg, piridoksina HCl 50mg, sianokobalamina 100mcg, K-1 aspartat 100mcg, Mg-1-aspartat 100mg
Membuat badan segar, menghilangkan rasa letih, menghilangkan kekakuan otot

1xsehari 1kaplet
(HNA+) dos 60 kaplet

VITAMIN dengan HORMON/ GERIATRIKUM
29.
EVIPROSTAT
Tiap tablet:Ol.germin tritic 15mg, chimopila umbellate 0,5mg, populous tremula 0,5mg, pulsatila 0,5mg, extra equisel sice (spirit 5:1) 1,5mg, natrium taurokolat 0,5mg, mangan (II)klorida 0,25mg
Meringankan keluhan pada prostatic hipertofi awal, misalnya membantu pengeluaran urin yang tidak lancar

3xsehari 2 tablet
Dos 100 tablet

30.
MANDARIN
Tiap kapsul: vit-A 5.000UI, vit-D 500UI, vit-B1 10mg, vit-B2 3mg, vit-C 50mg, vit-B6 3mg, vit-B12 5mcg, asam folat 0,5mg, nikotinamida 50mg, Ca-pantotenat 5mg, serbuk gingseng 25mg
Badan lesu dan lemah, menambah tenaga dan semangat

3xsehari 1kapsul
Dos 12 kapsul

























HORMON
No.
NAMA DAGANG

KANDUNGAN
INDIKASI
KONTRA INDIKASI
DOSIS
KEMASAN
ANABOLIKUM
1.
DECA DURABOLIN
Nandrolon dekanoat 25mg: 50mg/ml injeksi
Obat anabolic bekerja panjang
Kehamilan, karsinoma prostat
Dewasa: tiap 3-4 minggu 25-50mg IM; anak – anak: tiap 3 minggu sampai 12,5mg IM
Ampul 25mg/ml; 50mg/ml

2.
DURABOLIN
Nandrolon fenilpropionat 25mg/ml injeksi
Kehilangan protein akibat cedera parah, latihan berlebihan, bedah dekubitus, fretur yang lambat sermbuh, penyakit ketuaan, keseimbangan nitrogen negative, lemah, masa penyembuhan emasiaai, uremia akibat insufisiensi ginjal, mencegah kehilangan protein dan osteoporosis selama terapi dengan kortikoidium, wanita dengan kelainan payudara, waktu operasi dan atau waktu radioterapi. Pada anak juga memacu pertumbuhan yang lambat
Kehamilan, karsinoma prostat, karsinoma dada laki—laki
Suntikan IM: dewasa: 25mg; anak diatas 30kg:15mg; 20-30kg: 7,5-10mg; 10-20kg: 5-7,5mg; dibawah 10kg: 5mg; bayi premature: 1-2mg/kg/bb
Vial 50mg/2ml
ANDROGENUM
3.
ANDRIOL
Tiap kapsul: testeron Undekanoat 40mg yang dilarutkan dalam asam oleat
Terapi pengganti testosterone pada kelainan hipogonadal pria primer atau sekunder
Diketahui atau diduga adanya karsinoma prostat atau mamma
Dosis awal: 120-160mg sehari selama 2-3minggu; dosis pemeliharaan:40-120mg sehari; kapsul andriol harus diminum setelah makan bila perlu dengan sedikit air dan ditela tanpa dikunyah
Dos 5x4 kapsul; dos 10x4 kapsul
4.
SUSTANON
Tiap ml injeksi: testosterone propionate 30mg, testosterone fenil propionate 60mg, testosterone dekanoat 100mg
Pria kasus yang memerlukan penggunaan dossis tinggi androgen untuk jangka waktu yang lama dan teratur seperti: gejala deprivasi setelah kastrasi, eunukoidisme, impoten karena endokrin, klimakterik pria, hipertrofi prostat, diabetes mellitus. Wanita penyakit tertentu yang memerlukan anti estrogenic yang dapat berkhasiat dan teratur seperti endometriosis
Karsinoma prostat
Tiap bulan 1ml
Ampul 1ml injeksi
                                                                                                                                     ANTIDIABET
5.
DIABENESE
Klorpromide 100mg/tablet; 250mg/tablet
Diabetes mellitus tanpa komplikasi tipe nonketotik ringan, sedang atau parah, pada penderita cukup usia
Diabetes mellitus tipe remaja dan pertumbuhan, diabetes parah atau tidak stabil, diabetes komplikasi dengan ketosis dan asidosis, koma diabetik
Per hari, penderita setengah usia dalam keadaan setengahb parah atau sedikit parah, mula – mula 250mg, penderita lebih tua dimulai dengan dosis 100-125mg, pemeliharaan, penderitaan setengah umur dalam keadaan setengah parah, biasanya cukup membutuhkan sekitar 250mg. diabetes lebih ringan membutuhkan 100mg, atau lebih kecil. Penderita yang tidak memberikan respon pada dosis 500mg biasanya tidak memberikan respon pada dosis yang lebih tinggi lagi
Dos 100 tablet 100mg; 250mg
6.
BENOFOMIN
Metfomin-HCl 500mg/tablet; 850mg/kaplet
Diabetes tipe 2 (NIDDM) dengan kelebihan berat badan normal dan apabila diet tidak berhasil; diabete tipe1 (IDDM) terapi bersama insulin
Ketoasidosis, infeksi berat, stress, kerusakan ginjal, hati, gagal jantung, alkoholisme, dan wanita hamil
3xsehari 1tablet 500mg atau 2xsehari 1kaplet 850mg saat atau sesudah makan
Dos 10x10 tablet 500mg; kaplet 850mg
7.
GLIDABET
Glikazida 80mg/tablet
Diabetes mellitus tipe 2 (non insulin dependent)

Sehari 40-80mg
Dos 10x10 tablet
ANTIHIPERTIROIDISME
8.
NEO MERCAZOLE
Karbimazol 5mg/ tablet
Tiroksikosis primer dan sekunder, terapi definif dan persiapan sebelum tiroidektomi, sebelum dan sesudah terapi dengan iodium radioaktif
Kerusakan trakea
Dosis awal kasus ringan. Sehari3-4 tablet dalam dosis bagi, kasus sedang sehari 6 tablet dalam dosis bagi, kasus parah sehari 8-9 tablet dalam dosis bagi. Dosis pemeliharaan: 1-3 tyablet. Wanita hamil 3bulan: akhir sehari maksimum 15mg. dihentikan 3-4minggu sebelum melahirkan
(HNA+) botol 100 tablet
ANTIHIPOTIROIDISME
9.
EUTHYROX
Levotiroksin 50mg: 100mg: 150mg/tablet
Euthiroid goiter (struma non toksik) hipotiroidisme, kombinasi pada terapi hipotiroidisme setelah fungsi normal tercapai


Botol tablet 50mg; 100mg; 150mg
10.
JOODKALI
Tiap tablet: kalium iodide 20mg
Ekspektoran, goiter endemik
Penyakit ginjal, TBC paru, wanita hamil dan menyusui
Ekspektoran, sehari 3x1-2tablet simple goiter, 10mg/minggu, sebelum operasi tirotoksis, sehari 150mg dalam dosis terapi
Tube 10tablet
ESTROGENUM
11.
DIANE
Tiap tablet: siproteron 2mg, etunil esttradiol 0,05mg
Gejala androgenasi pada wanita (jerawat, seborea, rambut rontok/botak), hirsutisme ringan (efek baru tampak setelah bebberapa bulan)
Kehamilan, menyusui, gangguan fungsi hati parah, sindrom dubin jhonson, proses tromboembolik anemia sickle cell, kanker payudara/ peranakan, gangguan metabolism lemak, riwayat herpes waktu hamil, otosklerosis yang memburuk selama kehamilan yang lalu; pria, wanita dengan kontraseptikum yang mengandung obat ini
Tiap hari 1tablet selama 21hari lalu 7 hari tanpa obat mulai lagi 1 tablet tiap hari selama 21hari, demikian seterusnya hingga lebih kurang 3-4bulan
(HJA) bungkusan 21 tablet
12.
ESTRADERM TTS 25;50;100
Esyradiol 2mg; 4mg; 8mg/TTS
Kekurangan estrogen karena menopause, pencegahan osteoporosis
Hipersensitivitas, kehamilan
Pamakaiaan sekali setiap 3-4hari, pemberian kontinu atau siklik
TTS 25; TTS 50; TTS 100
KONTRASEPTIKUM
13.
CYCLOFEM
Tiap mlinjeksi: medroksiprogesteron asetat 50mg, estradiol sipionat 10mg
kontrasepsi

0,5ml injeksi IM dengan interval 30hari
Vial 0,5ml
14.
DEPO GESTON
Medroksiprogesteron asetat 50mg, estradiol sipionat 10mg
Kontrasepsi hormonal bila metode lain seperti pik atau IUD tidak bisa dilakukan


Dos 30vial 3ml
KORTIKOIDUM
15.
ADREKON
Deksametason 05mg/tablet
Terapi subtitusi pada inufisiensi adrenal, penyakit gangguan darah, antiinflamasi untuk menekan manifestasi symptom penyakit misalnya rheumatoid artritiis
Tukak peptic, osteoporosis, psikosis atau psikoneurosis parah, infeksi herpes simpleks pada mata hipertensi

Botol 1000 tablet
16.
CETADEXON
Deksametason 0,5mg; 0,75mg/tablet
Peradangan dan alergi, beberapa penyakit darah, insufisiensi ginjal atau hipopituitarism sekunder
Tukak lambung osteoporosis, psikosis atau psikoneurosis
Sehari 1-3tablet atau lebih, bergabung pada keadaan penderita
Dos 10x10 tablet 0,5mg; 075mg
17.
MEDROL
Metilprednisolon asetat 4mg/tablet
Gangguan endokrin dan rematik, penyakit kolagen, kulit dermatologi, keadaan alergi, penyakit mata penyakit pada saluran pencernaan dan pernafasan gangguan hematologi, penyakit neoplastik, keadaan oedema. Sistem saraf, tuberculous meningitis dan trichinosis
Infeksi bungal sistemik dan hipersensitivitas
Dosis awal: bervariasi dari 4mg sampai 48mg tergantung dari jenis dan berat penyakit
Dos 10x10 tablet
PROGESTOGENUM
18.
KAYTWO
Menatetrenon 5mg/kapsul
Neonatal hipoprotrombonemia, intrapartum hemorrage


Dos 100 kapsul
19.
DANOCRINE
Danazol 100mg; 200mg/kapsul
Endometriosis, fybrostic breast disease heredity angioderma

800mg dibagi dalam 2dosis sehari
Dos 100kapsul 100mg; 200mg.
20.
MINPROG
Alprostadil 500mcg/ml injeksi
Memelihara terbukanya duktus arteriosus sampai operasi untuk memperbaikinya. Dapat dilakukan pada bayi yang baru lahir dengan kelainan jantung

Infuse intravena, dosis awal:0,005-0,1mcg/kg bb/menit, dosis dapat dinaikkan secara hati – hati sampai 0,4mcg/kgbb/menit
Ampul 1ml
HORMON LAIN
21.
LLIVIAL
Tibolon 2,5mg/tablet
Mengurangi symptom menopause, terutama berkeringat dan flushing
hamil
Sehari 1 tablet
1x28 tablet; 3x28tablet.
 22.
SANDOSTATIN
Oktreotida 01 mg/ml
Control symptom pasien kanker melase

Awal: 0,05-0,1mg injeksi S 1-2xsehari; dinaikkan perlahan sampai 01-0,2 mg 3xsehari jika perlu
Ampul 0,1 mg/ml

        

MINERAL
No.
NAMA DAGANG

KANDUNGAN
INDIKASI
KONTRA INDIKASI
DOSIS
KEMASAN
1.
ASPAR-K
Kalium L-aspartat 300mg/tablet salut
Sebagai suplemen kalium pada gejala yang disertai keseimbangan abnormal dari elektrolit; jantung hati tetraplegi periodic hipokalemia yang disebabkan pemberian jangka panjang obat diuretika antihipertensi, steroid kortikal, adrenal digitalisasi, diare, muntah

1-3 tablet 3xsehari atau lebih bila perlu
Dos 100 tablet
2.
BIOCALCIN
Tiap 5ml sirop vit-A 3000UI, vit-D3 600UI, vit-B1 1mg, vit-B6 1mg, vit-B12 5mcg, nikotinamida 20mg, vit-C 30mg, Ca-pantotenat 5mg, Ca-glukonat 300mg, Ca-hipofosfat 10mg, Ca-gliserofosfat 100mg
Merangsang pertumbuhan bayi dan anak, meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi suplemen gizi, pada wanita hamil, menambah selera makan dan masa pertumbuhan
Anak sampai 1tahun: sehari 2,5ml; 1-12th: sehari 5ml; dewasa: sehari 5010ml

Botol 100ml sirop
3.
CaC-1000 SANDOZ
Tiap tablet buih: kalsium laktat glukonat 1g, kalsium karbonat 0,327g, vit-C 1g
Kebutuhan vitamin pada kehamilan dan menyusui, untuk pertumbuhan anak dan remaja, masa penyembuhan dari sakit, terapi penunjang terhadap pilek dan influenza
Dewasa 1-3xsehari 1tablet; anak:1-2xsehari ½ - 1tablet

Tube 10 tablet buih rasa orange/ lemon
4.
CALCIUM SANDOZ FORTE
Tiap tablet buih: kalsium laktat glukonat 2,94g, kalsium karbonat 300mg
Bertambahnya keperluan akan kalsium, seperti kehamilan, masa nifas, osteoporosis dan keadaan dekalsifikasi
Insufisiensi ginjal yang parah
Osteoporosis: awal:3xsehari 2 tablet buih, larutkan dalam segelas air, kemudian kurangi bertahap menjadi 2xsehari 1tablet buih: wanita hamil dan menyusui: 3xsehari 1tablet
Tube 10 tanlet
5.
DUMOCALCIN
Hidrogenfosfat 500mg/tablet dengan rasa pepemint dan rasa coklat
Untuk pembentukan tulang dan gigi, menmcegah dan mengobati tuberculosis, penyakit kulit
Penderita penyakit ginjal yang berat dan keadaan dimana kadar kalsium darah dan urine meninggi
2xsehari, dewasa: 2-4 tablet; anak: 1-2 tablet
Dos 100 tablet rasa pepemint dan rasa coklat


DAFTAR PUSTAKA
Tan, Hoan, Tjay dan Raharja, Kirana.Obat-obat penting, edisi keempat.1991
Winotopradjoko,Martono.1998.ISO INDONESIA informasi spesialite obat Indonesia. Edisi farmakoterapi volume XXXI:PT.Anem Kosong Anem (AKA).Jakarta

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS